Tips Jalan-Jalan Hemat dengan Keluarga

“Lo sih enak, uangnya banyak bisa jalan-jalan terus”, ungkap beberapa orang.

Pernah dapat komen serupa? Kalau pernah, mari bergabung di sini 🙂

Amiiiiiiiin…Alhamdulillaah..InsyaAllah..itu respon pertama kalau ada yang bilang duit saya banyak, haha..Semoga menjadi doa dan kenyataan ya temen-temen. Amin (lagi) 😀

Jalan-jalan butuh uang? Itu pasti. Tapi gak harus banyak kok. Memang kalau banyak lebih enak, gak usah pusing nyari akomodasi & transportasi nyaman dan murah meriah. Apalagi kalau gratis, segala-gala dibayarin dan diurusin kayak reward naik kapal pesiar keliling beberapa negara Eropa dari Oriflame kemaren, wkwkwk..But trust me, selalu ada cara membuat jalan-jalan menjadi mewah nan indah dengan budget rendah 🙂

Kenapa saya suka jalan-jalan? Karena buat saya travelling itu salah satu cara untuk mensyukuri hidup dan rejeki yang diberikan Allah. It’s one of the way to reward myself. We all need rewards in our lives to keep us motivated, don’t we? Setahun nyari duit, bolehlah sesekali kabur dari daily routine, melemaskan otot dan syaraf, memanjakan jiwa dan pikiran biar fresh lagi setelahnya.
Saya belajar banyak banget dari yang namanya traveling. Ketemu orang baru, kenalan, sharing pengalaman, belajar budaya baru, latihan ngomong bahasa Inggris tanpa takut salah dan ngeliat kehidupan sehari-hari warga lokal yang mungkin gak tersorot media, pokoknya itu priceless banget, memaksa saya membuka mata telinga dan hati untuk makin banyak belajar dan bersyukur.
Makanya dari jaman duit pas-pasan saya udah suka jalan-jalan. Pernah nekad ke Bali tahun 2006, duit di saku dan di atm tiriiis banget. Survive aja ternyata..Bisa ke tempat-tempat favorit di Bali sampe naik paralayang dan diving sagala di Nusadua, icikiwiiir…

Ibu saya bilang, harta kita sebenarnya itu adalah yang kita pakai, yang kita sedekahkan, dan yang kita nikmati.Catet! Nah, here I am Ma.. following your magic words:)

tulip quote

“Ngapain jalan-jalan, buang-buang duit aja, mending dipake buat sedekah atau ditabung, “ga sekali dua kali mendengar ini, hehe..Ga perlu berdebat, kalem..cukup disenyumin.
For me, travelling is the only thing I buy that makes me richer..Quotesnya pecinta travelling banget ini, haha.
Sedekah adalah kewajiban sebagai penerima rejeki dari Yang Punya Rejeki, yang sudah pasti balasannya. Biarlah ini menjadi urusan yang privasi dengan Pencipta kita, betul? Begitupun menabung, gak kalah pentingnya.
Tapi yang kita punya punya adalah sekarang, saat ini, bukan nanti atau kapan-kapan. Selagi muda, sehat, kuat dan punya waktu, take the chance, make it happen!

Ada orang punya rejeki berlebih, tapi gak suka jalan-jalan. Simply because the don’t like travelling. That’s fine..because life is about making choice and putting your priority on the list, isn’t it? Gak harus sama kan ya, yang penting bisa happy dengan cara masing-masing 🙂
Intinya, balik lagi ke diri dan keluarga sendiri. It’s none of our business to judge what they’ve chosen for their life. Termasuk gak boleh melabeli orang gak cinta tanah air hanya gara-gara dia memilih jalan-jalan ke luar negeri duluan daripada dalam negeri :p

Hihihi….jadi ngalor ngidul..Jadi gimana sih tips family budget traveler ala saya? Here we go Mommies! Because it’s gonna be a looong story, siapin kopi or teh dan cemilan cepuluh, trus taro timbangan di sampingnya :p :p

Kali ini pembahasannya lebih ke wisata mancanegara ya dan yang general aja.

PERSIAPAN MENTAL
Ini yang paling krusial, karena kalau gak siap mental, dijamin jalan-jalannya gak bakal fun. Tips sekeren apapun gak bakal mempan, kalau kita as parents can’t deal and calm down ourselves.

1. Mau repot
Kalau dana terbatas, otomatis jalan-jalan harus menyesuaikan ke budget yang kita punya. Ingin itu-itu, mau begini begitu boleeh..tapi inget lagi cyiin duitnyaaa..Hati kudu didamai-in ama kantong, qiqiqi.. Kerepotan yang menyenangkan akan dimulai dari memilih maskapai tarif murah a.k.a low cost carrier sampeeee memilih tempat penginapan yang listnya segambreng tapi most of the time harus dimulai dengan menekan drop down list from ‘lowest price to the highest’ hahaha.

2. Siap ribet dan riweuh
Naaaaah, banyak orang batal jalan-jalan karena di pikirannya udah takut ribet ama anak. Takut anak rewel di pesawat, takut kalau si anak nangis kejer lalu mengganggu penumpang lain, dan jeng jeeeeng…semua mata akan tertuju sama mak bapaknya. Trus takut tiba-tiba di jalan anak mau BAK or BAB ribet nyari toilet, takut anak tertular virus dan bakteri di negara orang, takut anak bosen, takut anak cape di jalan trus mutung jadi merusak suasana, dan lain sebagainya.

3. Siap capek
Jalan bawa anak jelas gak akan sama dengan jalan sendiri ala backpacker. Kalau jalan sendiri, bawaan bisa diminimalisir sedemikian rupa, 1 backpack dora(emon) juga jadi, kapan dan dimana saja bisa berhenti, bisa molor sampe ngorok di pesawat, bisa nonton sepuas-puasnya, bisa moto-moto sesuka hati,  bisa tidur di stasiun atau ruang tunggu bandara dan bisa pake kereta malam sering-sering biar budget hotel bisa diteken, dll. Kalau bawa krucils, lain lagi ceritanya. Gak sefleksibel itu juga. Gile lo, gak secepat itu juga kali ngenalin kerasnya kehidupan sama anak-anak.wkwkwkw..
Udah harus siapin energi ( banyak makan maksudnya) kalau tiba-tiba anak ngambek, tiba-tiba gak mau duduk di stroller, tiba-tiba pengen beli itu, tiba-tiba baru duduk, udah bosen pengen jalan-jalan hilir mudik di pesawat, mau gugulingan di lantai, dan tiba-tiba lainnya.

Stok sabar harus disiapin dari rumah lalu terus direfill selama di perjalanan. Gimana caranya tetep senyum walau lelah melanda. Gimana caranya kalem dan tenang kalau anak udah mulai capek dan merengek. Karena kalau Bapak Ibu ikutan rarungsing, apakabarnya anak-anak? Kira-kira bisa dibayangkan yaa… 🙂
Kerjasama bapak ibu dan rekan-rekan sekalian  teramat sangat diperlukan, supaya bisa saling menyemangati jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ( tapi sudah diperkirakan) seperti di atas

4. Siap rugi
Penerbangan dan hotel murah biasanya non-refundable alias duit hangus/gak bisa dibalikin. Worst case passport telat jadi, visa gak diapproved, tiba-tiba ada urusan penting, yang membuat rencana batal, ya wassalam..:'( Duit hilang udah kudu diikhlasin sambil berdoa diganti yang banyak sama Allah. Nyesek? ya iyaaaaa..manusiawi itu mah, haha..tapi apa boleh buat. Manusia berencana, Tuhan juga yang menentukan.

Setuju atau enggak, at least beberapa poin itu dulu pernah jadi ketakutan saya dan suami sih, sampe akhirnya ngalamin sendiri. Bukankah selalu ada yang pertama dalam hidup ini? wkwkwkwk..
Yuk ah lanjuuuut…

PERSIAPAN TEKNIS

1. Memilih estimasi waktu keberangkatan
Jika anak belum sekolah, masih agak fleksibel, tinggal cek jadwal cuti bapak ibu, lalu ajukan pada pak bos di kantor ( yang punya perusahaan sendiri, tentunya ini bisa diskip, wkwkkw)
Nah kalau anak udah sekolah, pilihan waktu makin sempit which is hari libur ajah.
Musim libur harga tiket dan hotel mahal? Iya banget! Apalagi kalau bookingnya mepet.
Jadi, harus pakai jurus nekad pesen jauh-jauh hari seperti mau mudik lebaran ( ke Padang) 😀

Tips: langganan newsletter dan subscribe website penerbangan, gabung grup travelling supaya up to date sama promo

2. Memilih tujuan wisata
Saya dan suami punya list impian tempat yang ingin kami kunjungi dari awal nikah dulu, hueeek…hehe..Satu persatu Alhamdulillah udah kesampean. Ini kudu disepakati di awal, karena tetep aja beda kepala beda pengennya kan? Ditambah Sachi sekarang yang udah diikutkan dalam musyawarah keluarga. Nambah lagi listnya. BUT…kebanyakan dream destinations ini akhirnya berujung pada harga tiket paling murah, buahahaha..#gak konsisten amat sih..

3. Memilih maskapai penerbangan
Setelah nomor 2 ditentukan, lanjuut cek skyscanner.net, apalagi kalau bukan membandingkan harga tiket yang ditawarkan.
Pilihan saya dan suami gak selalu jatuh pada yang paling murah, karena ada beberapa hal yang jadi pertimbangan kami, seperti lama transit, lama perjalanan dan kenyamanan dalam pesawat.
Kalau harga economy classnya sebuah maskapai besar gak terlalu beda jauh dengan low cost airlines ( cek di sini penerbangan murah ) durasi transitnya gak terlalu singkat/terlalu lama, itu akan jadi pertimbangan tersendiri bagi kami. Karena lagi-lagi kalau bawa anak, faktor kenyamanan tetap harus diperhatikan.

Ngomong-ngomong berburu tiket murah, saya loh pernah dapat tiket nol rupiah ke Singapore (masih ada gak tuh sejuta free seatnya airasia?) dan tiket gak sampe 2juta pulang pergi ke Tokyo, haha..padahal mah waktu ngebook, duit buat jalan-jalannya belom ngumpul. Motto kita, ambil aja dulu, ntar ada rejekinya :p

Kesempatan gak datang 2x, kalaupun datang lagi, biasanya gak semurah yang pertama, #eaaaaa

4. Memilih tempat penginapan

Jaman masih single, dimana aja sih asik-asik aja. Pilihan pertama biasanya ya hostel. Tapi kalau udah berkeluarga gini , harus naik kelas dikit ke hotel bintang-bintangan. Langganan mesen hotel ya agoda, booking.com, dan temen-temennya.
Kalau beruntung bisa dapat hotel bintang 4 atau 5 di last minute.com. Dan yang paling bahagia adalah Sachi, karena pecinta hotel yang ada kolam renangnya #kode buat Abak, cari duit yang buanyak yaa

Pernah ya sekali waktu ke KL, saya dapat hotel bintang 5 dengan lokasi sangat strategis; harganya 600ribu rupiah semalam. Pamannya Sachi yang kebetulan waktu itu mengantar ke hotel sampe berkali-kali nanyain apa gak salah kami nginep di sana, wkwkwk (meuni tega deh ah si kakak :D)

Pilihan lain selain hotel adalah apartemen. Belakangan kami memilih ini, biar irit. Bisa masak dan nyuci-nyuci syantik.

Option selanjutnya? Numpang di tempat temen/saudara deket.Kalau engga deket2 banget, ini akan dicoret dari list. Karena sejujurnya saya dan suami takut merepotkan, takut gak bisa berekspresi sesuka hati. Banyak yang harus dijaga dan diawasi. Jadi daripada daripada, mending nyari penginapan aja.

Beruntung waktu ke Tokyo dulu, punya temen yang udah kayak saudara kerja di sana. Ybs mempunyai fasilitas guest house jadilah kami menginap gratis selama hampir 10 hari.Alhamdulillaah..lumayan bangeet ngirit, secara Jepun mahalnya gak ketulungan. hihi..( makasih ya Uncu, sok atuhlah main ke sini buat kunjungan balasan).

5. Membuat itinerary

It’s a must! Luangkan waktu untuk corat coret, baca-baca, dan searching2. Apalagi kalau pengennya mampir ke banyak tempat, budget miring dalam waktu yang singkat.
Jangan sampe setelah pulang nyesel gak sempat ke suatu tempat karena persiapannya gak matang. Atau jangan sampai waktu habis di jalan karena kebanyakan nyasar dan muter-muter, hihi. Emang sih yang namanya nyasar gak bisa dihindari 100%,karena disitulah seninya travel sendiri ke tempat baru, tapi bisa diminimalisir lah yaa.. Namanya bawa anak, mood mereka gak selalu bagus.Kesian kan kalau nyasar melulu. Toh bapak Ibu tidak sedang mengajak anak main di labirin kan?:)
Google map akan sangat membantu, tapi kalau ancer2nya gak disiapin dari sebelum berangkat, akan makan banyak waktu juga.

Gimana biar efisien? Selain akses menuju tempat wisata, list toko/restoran dan alamatnya harus disiapkan. Gak jarang waktu habis buat nyari-nyari sajenan buat perut. Syukur-syukur gampang nemu makanan halal, kalau enggak, bisa diakali dengan menyiapkan bekal sendiri dari penginapan atau suruh perut nasi adaptasi dengan roti/kentang atau menu vegetarian.

Banyak contekan itinerary dan sharing pengalaman traveller di mbah google dan grup-grup jelajah dunia buat referensi. Tinggal disesuaikan dengan pola travelling keluarga.
Selipkan tempat kesukaan anak seperti play ground atau park-park gratis ataupun berbayar biar mereka juga enjoy.
Sosialisasikan sejak dari rumah jadwal jalan-jalan, kemana, naik apa dan berapa lama.
Set aturan selama perjalanan dan beri tanggungjawab sendiri untuk barang bawaan mereka.

6. Menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa
Sebelum kalap mau bawa baju segudang, cek dulu baggage allowance ya. Baca yang detail, pastikan semua terms and conditionnya dipahami. Jangan sampai kelebihan, bagasi, harga sekilonya bisa ngelebih-lebihin harga tiket. Kalau ditulis hanya boleh bawa 1 tas ke kabin, mbok ya 1 aja, jangan coba-coba bawa 2, karena yg kedua bakal kena charge, haha.. ( pesawat murah nyari duitnya di bagian yang kelupa-lupaan ini)

Bawa pakaian seperlunya, gak usah heboh, kalau bisa yang mix and matchable 😀
Mau travelling kan ya, bukan pindahan :p
Cek temperatur tempat tujuan, biar gak saltum. Jangan lupa bawa obat-obatan keluarga, mainan anak, dan sedikit cemilan.
Kalau mata uang negara yang dituju? gak usah diingetin lah ya.. Secukupnya juga, beli magnet ama postcard lah minimal, wkwk #magnet lagiii magnet lagi, saya banget ini mah.

Hmm..apalagi ya? Ya udah deh, segitu dulu tips tipsnya, takut kepanjangan ntar jadi novel pula, hihi..Sampai jumpa di tips, sharing dan cerita berikutnya!
Ditunggu saran, sharing, masukan dari pembaca yang budiman :*

Ready to pack your stuff and have a go?:)

(Diselesaikan di atas metrolink kuning antara Lowry, Bury, Didsbury, Oldham,Rochdale dan Market Street Manchester. Ngapain lagi kalau bukan menikmati weekend ceria, murah, indah dan berkesan bersama tim Rusholme tercinta 🙂 )

And then I realized, travelling is the best way to learn..Heard this Aya Sofya for the first time when I was learning Tarikh Islam in madrasah..And my dreams took me here
And then I realized, travelling is the best way to learn..Heard this Aya Sofya for the first time when I was 8 (learning Tarikh Islam in madrasah) and this year, Allah gave me a chance to be there
Advertisements

2 thoughts on “Tips Jalan-Jalan Hemat dengan Keluarga

  1. Ibu Yohana yang baik hatinya.
    terimakasih untuk blog ini dan tulisannya yang sangat menginspirasi.
    langsung to the point aja deh. saya adalah seorang Bapak yang juga ingin membahagiakan istri dan anak-anak. saya punya satu istri dan 2 orang anak, 10 dan 6 tahun. sudah lama ingin sekali berencana membawa keluarga untuk jalan-jalan ke luar negeri. Namun belum kesampaian…mengingat banyak faktor; waktu, keuangan, situasi yang belum memungkinkan. Namun beberapa hari ini, istri mengingatkan lagi…bagaimana kalau kita jalan-jalan keluarg negeri..saya sangat senang.

    btw..apakah Ibu Yohana bisa membagikan contoh rencana/itineary yang lebih lengkap.
    saya mau belajar dari Ibu Yohana yang kreatif.

    salam.
    Papanya Sam

    Like

Jika artikel ini bermanfaat atau ada hal yang mau ditanyakan silahkan tinggalkan komen disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s